24
Apr
09

Sasis

rga_chassis-copy

JENIS RANGKA PADA SEPEDA MOTOR
Pada dasarnya, rangka motor terbagi tiga. Yakni berbentuk pelat baja, berbentuk pipa atau gabungan keduanya. Sedang jenis pipa ada dua. Tube atau bulat dan kotak. “Kotak biasanya lebih balans sedang tube lebih gampang dibentuk,” kata Freddyanto Basuki, Assistant Manager Service Division, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Fungsi rangka memang vital. Sebagai penahan beban, penerima getaran juga pengendalian. Uniknya, tiap pabrikan motor menyodorkan rancang bangun rangka beragam, sesuai kebutuhan dan nilai lebih masing-masing.
Jelasnya, semua harus memenuhi persyaratan keamanan lewat kombinasi unsur penting. Seperti rancangan sudut rake dan panjang lengan ayun. Semua mengacu pada center gravity atau titik seimbang motor yang ada di tengah.

SEGITIGA (DIAMOND)

Misal di Jupiter MX 135LC atau Kawasaki KZ200. Di brosur tertera diamond frame untuk mengistilahkan rancang sasis. “Bahan pilihan pipa tubular. Bentuk diamond mengacu pada center bone ke belakang yang berbentuk diamond dengan tulang bawah (underbone),” kata Dede Anwarudin, kepala mekanik PT Yamaha Kencana Cemerlang Motor zona Cileduk.

Menurut Dede, sasis seperti itu ideal untuk Jupiter MX yang berkarakter lincah dan kuat. “Tubular segitiga di bagian tengah membuat kompak,” jelas Dede.

Sasis diamond bertulang bawah di motor baru sebenarnya pengembangan dari sasis underbone murni. Baik yang gabungan pipa pelat atau pipa doang. Agar lebih kokoh, setelah center-bone dibuatkan lagi pipa berbentuk segitiga.
Frame diamond juga diaplikasi pada motor bertulang atas alias back-bone seperti pada Honda tipe CB, GL series, dan Suzuki Thunder tanpa jembatan (cradle) di bagian bawah. Honda Tiger dan New Tiger juga menggunakan diamond frame.

CRADLE (JEMBATAN)

Secara konstruksi, gaya ini lebih kokoh. Sebab tulang bawahnya nyambung ke center-bone dan menopang mesin bawah. Konstruksi ini terbagi atas single cradle, double cradle dan semi double cradle.

Single alias satu pipa, bisa dilihat dari konstruksi Honda GL atau CB. Double cradle atau jembatan ganda dengan ciri khas dua pipa sejajar di bagian bawah. Bisa dilihat pada motor besar macam Honda CB750 Yamaha XS650, Harley-Davidson.

Namun ada juga yang ber-cc kecil seperti Yamaha RX-King dan Scorpio-Z juga mengaplikasi sasis model double cradle. Kawasaki Ninja juga berada di keluarga ini. “Desain seperti ini sangat kokoh,” jelas Dede.

Keluarga cradle lain adalah semi double cradle. Dari down-tube tunggal ke bawah bercabang dua untuk menopang mesin. Sasis ini diaplikasi pada CB 175 juga Suzy TS juga Kawasaki KZ200 alias Binter Merzy dan beberapa kuda besi jenis trail.

TULANG T ATAU TULANG 7

Bisa disebut juga pola back-bone dengan posisi mesin tergantung pada palang atas besar yang biasanya dari pelat baja yang ditempa. Motor klasik seperti Harley-Davidson Sprint 1964, Honda S90/110 atau Suzuki A100 series memakai prinsip ini. Untuk seluruh bebek Kawasaki yang masih beredar saat ini seperti Blitz dan Kaze juga menggunakan pola back bone.

Sumber : http://www.matabumi.com


1 Response to “Sasis”


  1. 1 widiya
    Juli 17, 2009 pukul 1:19 am

    artikel di atas hanya tentang frme motor
    aku cari referensi tentang pembuatan frame mobil. ada ga?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Dayoh

  • 63,424 hits
April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
free counters

Kategori

RSS Yahoo News

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Support Palestine

Arsip


%d blogger menyukai ini: